Biar Dia yang Menentukan

Persaingan dimana rasi adalah segalanya. .
Mata, menyaksikan

Kita lihat nanti, jika takdir membawakan yg baik
Tak perlu terbang ke bulan untuk mati
Bisa minta laut tenggelamkan jiwamu

Tak perlu rasa hening berlebih
Karena semuanya hanya muka-muka berjalan
Ada tapi tidak ada
Berjalan atau lompat
Meraba atau mendengar
Pengorbanan yang sudah terpasang
Firasat tak bisa berbuat apa-apa
Jangan salahkan raga, mereka orang-orang berseragam dusta

Biar Dia yang menentukan
Ada atau tidak ada
Berlebih atau rusak
Biar Dia yang menentukan
Masa atau abad
Biar Dia yang menentukan

Mata, menyaksikan

15 September 2014,
(C) NAP

Mentari telah lama menyediakan warna-warninya. Tapi uap sebakda hujan yang tampilkan pelanginya. Kadang musibahlah, yang menikmatkan nikmat.

Salim A Fillah (via chynatic)

Light wind

Warm breeze through me
Neither to comfortably with
Free with every thoughts that could haunting me down
First time to feel like this, isn’t it?
Not hurts, even if still unsure how every life possibilities will brings


13 Agustus 2014
(c) nadiathinksthings